Pada suatu hari ada seorang anak dari keluarga yang sangat berkecukupan. Apapun keinginannya selalu terpenuhi. Tapi saat memasuki masa remaja, setelah anak ini masuk SMA terjadi peristiwa yang mengubah hidup si anak ini. Ayah sang anak yang menjadi tulang punggung anak ini meninggal dunia karena suatu kecelakaan. Keadaan ekonomi anak ini memburuk dan terpaksa ibu dari anak inipun harus bekerja untuk memenuhi kehidupan sehari-hari keluarga ini.
Tapi cobaan untuk keluarganyapun belum selesai. Karena terlalu lelah bekerja, sang ibupun jatuh sakit parah dan tidak bisa bekerja lagi. Keadaan ekonomi keluarga ini semakin buruk. Anak inipun berpikir, "Saya harus bekerja untuk menyembuhkan ibu dan memenuhi kehidupan keluarga ini."
Anak inipun mulai mencari pekerjaan. Setiap hari ia berkeliling kota untuk mencari pekerjaan dan memberikan surat lamaran ke banyak perusahaan dan kantor. Tapi apa daya karena ia hanya masih SMA dan tidak berpengalaman, tidak ada perusahaan yang mau menerima dia.
Sampai akhirnya di tengah keputusasaan anak ini, ia menemukan sebuah restoran yang membutuhkan seorang tukang cuci piring. Pekerjaan yang tidak pernah ia bayangkan, tapi hanya itu kesempatan yang ia punya. Singkat cerita anak ini diterima sebagai pencuci piring dan mulai bekerja di sana. Hari demi hari ia lalui sebagai pencuci piring. dan sampai suatu hari ada teman-teman dari anak ini yang makan direstoran tempat anak ini bekerja. Teman-temannya kaget sekali melihat anak ini bekerja sebagai pencuci piring. Merekapun mulai meledek dan menghina anak ini. Dan tak hanya sampai disitu, Kabar tentang anak inipun sampai ke sekolahnya. Semua teman-teman anak inipun ikut meledekinya dan tak ada satupun yang mau berteman dengan anak ini. Di tengah hinaan dari teman-temannya, si anak tetap melanjutkan pekerjaannya dengan menanggung rasa malu demi menyembuhkan ibunya yang sakit dan untuk kehidupan keluarganya.
Teman-teman, terkadang saat kita melakukan sesuatu untuk mimpi atau tujuan kita, orang-orang disekitar kita selalu punya komentar tentang apa yang kita lakukan. Mereka mungkin menganggap apa yang kita lakukan itu percuma, sia-sia atau rendah. Tapi jika kita tau tujuan dari apa yang kita lakukan itu penting dan kita melakukannya dengan cara yang halal, lakukanlah sampai tujuan kita tercapai. Mungkin tidak enak menerima hinaan atau komentar dari orang-orang di luar sana, tapi tetap lakukan apa yang harus anda lakukan karena "Mungkin sekarang mereka tertawa karena kita berbeda, tapi nanti kita akan tertawa karena mereka sama."

No comments:
Post a Comment